PARIS - Perkembangan tren kendaraan elektrifikasi maupun efisiensi bahan bakar, perlahan menggerus keberadaan mesin dengan jumlah katup silinder dan kapasitas besar. Salah satu yang masih bertahan menggunakan rangkaian mesin konvensional dalam golongan tersebut adalah Bugatti, yang masih mengusung rangkaian W16.
Tipe mesin tersebut dibangun untuk memberi tenaga kepada produk khas buatan Bugatti, yakni lini kendaraan supercar maupun hypercar. CEO Bugatti, Stephen Winkelmann bahkan menyebut jenis mesin ini masih akan bertahan setidaknya dalam satu dekade ke depan.

Pasalnya mesin serta kendaraan dengan spesifikasi performa tinggi, memiliki segmentasi pasar khusus. "Mesin konvensional dengan menggunakan ruang bakar akan bertambah secara nilai, karena beralih menjadi barang koleksi akibat kelangkaannya di masa depan," ujar Winkelmann kepada laman Autocar.
Model kendaraan hyper buatan Bugatti pernah memegang rekor sebagai mobil produksi massal dengan kecepatan tertinggi. Torehan itu dicapai oleh Bugatti Veyron pada 2010 lalu dengan kecepatan puncak 431 Kpj pada lintasan trek di kawasan Ehra-Lessien, Jerman.