Dari situ, pihak Hyundai mengaku ingin mencapai target penjualan 10.100 mobil penumpang berbahan bakar hidrogen (Nexo) yang bisa digunakan untuk organisasi publik dan berbagai perusahaan tahun ini. Target ini menaik tajam dari 4.194 unit yang berhasil mereka jual di tahun lalu.
Agar memimpin pasar kendaraan hindrogen, Hyundai bahkan mengumumkan di akhir tahun 2018 rencananya menginvestasikan 7,6 triliun Won untuk menjadi rekanan perusahaan-perusahaan penyedia ordendil kendaraan, aktivitas riset dan pengembangan serta ekspansi fasilitas pada 2030.
Hyundai ingin membangun sebuah fasilitas produksi yang bisa memproduksi 50.000 kendaraan hidrogen setahun pada 2030. Di tahun yang sama, mereka juga menargetkan penjualan sistem bahan bakar hidrogen sebanyak 200.000 setahun di pasar global.

Sejauh ini selama dua tahun terakhir, Hyundai sudah menjual kendaraan jenis Nexo hingga 1.015 unit di luar negeri.
Pada 2019, Korea Selatan mengklaim menguasai 52 persen pasar global bahan bakar hidrogen, disusul Amerika Serikat sebanyak 29 peren dan Jepang sebanyak 9,7 persen serta Eropa sebanyak 6,5 persen.
(Gabriel Abdi Susanto)