JAKARTA - Pasca permasalah yang melibatkan Carlos Ghosn, kondisi produsen Nissan mulai goyah, kondisi keuangan yang sulit membuat produsen yang cukup besar di negara prinsipilnya ini mulai melakukan pembenahan.
Selain memangkas para pekerjanya di seluruh dunia yang mencapai 12.500 orang, langkah menutup kembali merek Datsun juga akan menjadi pilihan yang harus dilakukan Nissan.

Menarik sejarah awal kembali dihidupkannya Datsun tak lepas dari keputusan yang diambil Carlos Ghosn sebagai pimpinan aliansi. Dalam keputusan tersebut, Ghosn mengungkap posisi produsen Datsun yang akan mengisi pasar negara berkembang salah satunya Indonesia.

Sayangnya lahirnya kembali Datsun di bawah kepemimpinan Ghosn, setelah ditutup pada 1980, tak mampu memberikan raport penjualan yang baik. Di Indonesia sendiri Datsun tak mampu bersaing ditengah gempuran produsen Jepang yang mengandalkan kendaraan low cost green car (LCGC).