Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatan Teknologi Kendaraan Otonom, Mulai Kendali Jelajah Hingga Tak Lagi Punya Setir

Medikantyo , Jurnalis-Sabtu, 12 Oktober 2019 |22:07 WIB
Tingkatan Teknologi Kendaraan Otonom, Mulai Kendali Jelajah Hingga Tak Lagi Punya Setir
Tampilan pengembangan mobil otonom milik Lexus (Foto: Okezone.com/Istimewa)
A
A
A

Kemampuan teknologi kendaraan dalam mengendalikan kemudi, akselerasi, juga deselerasi secara simultan termasuk dalam sistem otonom Level 2. Teknologi tersebut hanya menggantikan sebagian fungsi dari pengendara dalam mengendalikan mobilnya, termasuk pada sistem Tesla Autopilot maupun fitur Driver Assistant milik BMW, yang membantu pengendara parkir otomatis.

Unsur nyata operasional kendaraan otonom baru bisa terlihat pada Level 3, yakni kemampuan kendaraan mengolah informasi lingkungan sekitar sebelum mengambil keputusan bermanuver. Namun, pada situasi tertentu kendali manusia tetap dibutuhkan saat sistem kendara otonom tidak berjalan sepenuhnya. Pengembagan mobil jenis ini sudah dilakukan oleh Volkswagen Group.

 Mobil Otonom

Perbedaan mencolok bagi sebuah kendaraan otonom memasuki Level 4, adalah kemampuan sistem untuk dapat mengintervensi jika kendaraan berada dalam keadaan darurat. Dalam mayoritas kondisi berkendara, teknologi otonom mobil dapat bekerja optimal tanpa interaksi dengan manusia. Namun, teknologi otonom yang dimiliki oleh kendaraan seperti Alphabet Waymo, proyek dari Google, masih beroperasi dalam lingkungan terbatas.

Puncak keabsahan dari kendaraan otonom sendiri berada di Level 5, yang hingga saat ini masih dikembangkan perlahan oleh beberapa perusahaan. Meski belum tersedia ditampilkan kepada publik, bentuk kendaraan otonom di golongan ini diperkirakan tidak lagi mempunyai komponen seperti setir, pedal gas, juga tuas rem. Teknologi kendaraan ini memiliki kebebasan ruang untuk bergerak seperti dilakukan pengemudi manusia pada umumnya.

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement