Gerhana matahari menjadi fenomena langka dan sebagian orang menantikan kehadiran fenomena tersebut. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, gerhana matahari pada 2 dan 3 Juli hanya teramati di Pasifik dan Amerika Selatan. Hal ini terjadi karena garis gerhana yang dimulai pada pagi 3 Juli di Pasifik Barat dan berakhir saat maghrib 2 Juli di Amerika Selatan.
Fenomena alam ini menyebabkan daerah yang terkena gerhana matahari total akan benar-benar gelap gulita sesaat karena cahaya matahari tertutup seluruhnya oleh bayangan bulan. Fenomena ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun ilmuwan.
Anda bisa melihat foto fenomena gerhana matahari ini di akun Instagram NASA 'nasagoddard'.
Baca juga: Ini Alasan Gerhana Matahari Total Tak Terlihat di Indonesia
(Ahmad Luthfi)