Hal yang sama juga dirasakan oleh perusahaan asal China, ZTE. Pemerintah AS melarang perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjual suku cadang dan perangkat lunak ke ZTE karena perusahaan China tersebut melanggar sanksi terhadap Iran dan Korea Utara. Kemampuannya untuk menggunakan Android Google sedang dalam ancaman, Reuters melaporkan pada saat itu.
Namun, dalam hal lain, Huawei telah berusaha menyapih diri dari teknologi Amerika. Perusahaan telah membuat peran besar dalam semikonduktor dan sekarang merancang chip sendiri untuk smartphone-nya. Namun, beberapa laptopnya masih menggunakan komponen Amerika dari perusahaan seperti Intel .
Sistem operasi baru (OS) dapat membuat masalah bagi Huawei, terutama jika terpaksa berhenti menggunakan perangkat lunak Microsoft dan Google di luar China. Dalam pasar lokalnya, pemerintah China telah memblokir layanan Google, termasuk Play Store. Akan tetapi secara internasional, pengguna Android masih menggunakan aplikasi Google tersedia.
Baca Juga: Perang Dagang AS Bisa Usik Kerjasama Huawei dengan Google
(Ahmad Luthfi)