JAKARTA- WhatsApp secara rutin telah menghapus sekira dua juta akun setiap bulan. Akun-akun tersebut telah menunjukan perilaku negatif.
Dilansir dari laman Business Insider, Kamis (7/2/2019) menurut WhatsApp hal ini penting selama masa pemilu di beberapa Negara. Pasalnya kelompok tertentu mencoba untuk mengirim pesan dalam skala besar. Tak ayal juga, pesan-pesan tersebut menyiratkan misinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian.
"Meskipun ada banyak pelaku yang mencoba menyalahgunakan layanan gratis yang kami sediakan, kami terus memajukan operasi anti-pelecehan kami untuk menjaga platform tetap aman," kata WhatsApp .
"Kami dapat mendeteksi dan memblokir banyak akun sebelum mereka mendaftarkan" mencegah mereka mengirim satu pesan. Sekitar 20 persen dari larangan akun terjadi pada saat pendaftaran, "imbuh WhastApp.
