Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nostalgia, Masih Ada Telepon Umum Koin dan Bis Surat di Solo

Agregasi Solopos , Jurnalis-Rabu, 06 Februari 2019 |15:14 WIB
Nostalgia, Masih Ada Telepon Umum Koin dan Bis Surat di Solo
Ilustrasi Telepon Umum (Foto: Sindonews)
A
A
A

Telepon umum kartu mulai digunakan pada 1988 yang jumlahnya meningkat menjadi 7.835 unit pada 1993. Hingga pertengahan 2009 Telkom mengklaim telah memasang 39.927 telepon umum koin dan 2.452 telepon umum kartu atau total sekitar 42.379 telepon umum.

Jumlah itu berkurang menjadi 30.000-an unit pada 2011. Nasib sedikit berbeda justru dialami peranti komunikasi yang lebih lawas, yakni bis surat atau kotak pos. Tempat menampung surat yang akan dikirimkan menggunakan perangko itu sampai sekarang masih digunakan.

Di Solo setidaknya setiap satu kelurahan memiliki satu unit bis surat. Bentuknya lebih mencuri perhatian karena berwarna oranye mencolok. Tingginya yang lebih dari satu meter juga tampak kokoh kendati tak luput jadi sasaran vandalisme.

“Sekali dalam beberapa waktu, kami masih mengambil surat yang diposkan lewat bis surat. Perangko kan masih ada, jadi wajar jika masih digunakan. Tapi memang tidak bisa setiap hari. Mayoritas pengirim surat datang sendiri ke kantor pos tanpa melalui bis surat,” terang Wakil Kepala Kantor Pos Besar Solo, Zaenal Alamsyah, Senin.

Zaenal mengakui perkembangan zaman kian menggerus fungsi bis surat. Namun, kata dia, masih banyak hal yang harus disampaikan lewat surat. Itulah mengapa bis surat tetap ada.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah bis surat yang masih tampak kokoh di antaranya di Jl. Surya, Kelurahan Purwodiningratan, di Jl. Yosodipuro dekat Monumen Pers, di Jl. Adisucipto dekat simpang empat Fajar Indah, dan di Jl. dr. Soepomo.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement