JAKARTA - Para ilmuwan dari GeoGenetika Universitas Kopenhagen telah menemukan kawah meteor kuno di bawah es Greenland yang lebih besar dari Paris.
Meteor tersebut ditemukan menggunakan data radar penembus tanah yang dikumpulkan oleh NASA. Kemungkinan kawah meteor ini berusia 3 juta tahun dengan diameter 31 km, kedalaman 305 meter dan terkubur di bawah 1.000 meter es glasial.
Dilansir dari laman New Atlas, sampai saat ini, Greenland dianggap tidak memiliki kawah yang nonaktif, dengan gletser yang terus bergerak. Pulau raksasa itu dianggap terlalu erosi buat kawah untuk bertahan lama.
Namun, penemuan kawah di bawah gletser Hiawatha menunjukkan bahwa tidak hanya wilayah tersebut yang memiliki dampak dari kawah, tetapi juga memiliki salah satu dari 25 kawah benturan terbesar di Bumi.
Menurut tim peneliti, kawah Hiawatha kemungkinan terbentuk dari kurang dari 3 juta tahun yang lalu dan mungkin sekitar 12.000 tahun yang lalu, ketika sebuah meteor besi sekitar setengah mil menghantam tanah. Ini menjadikannya salah satu kawah benturan termuda yang ditemukan di Bumi.