JAKARTA - Para peneliti di Georgia Institute of Technology telah mengembangkan bahan kompos yang berasal dari cangkang kepiting dan serat pohon. Cangkang kepiting dan serat pohon ini mungkin tidak hanya dapat menggantikan bungkus plastik saja, melainkan menjaga makanan lebih segar dan lebih lama.
Mengapa cangkang kepiting dan serat pohon? Cangkang kepiting memiliki komposisi yang terdiri dari jenis 'chitin nanofiber' tertentu. Bahan kimia dalam serat pohon dapat membantu menjaga bahan kimia dari cangkang kepiting di tempatnya.
Dilansir dari Bigthink, hal tersebut sebenarnya sudah terfikirkan sejak beberapa waktu belakangan untuk menggunakan bahan 'nanomaterial selulosa', khususnya karena mereka "murah, ringan, ramah lingkungan, dan mudah didaur ulang atau dibuat kompos".
Berdasarkan kalkulasi data Statista U.S, data sensus dan Simmons National Consumer Survey, 61 miliar orang Amerika menggunakan 10 atau lebih rol atau box/plastic wrap di 2017. Sebanyak 91% plastik tidak bisa didaur ulang dan baru bisa hancur 400 tahun kemudian.
