Kemudian untuk Facebook, ada sekitar 450 akun yang dilaporkan. Dari jumlah itu, 300 sudah di-take down. Youtube 250, Twitter 60-70 akun yang telah di hapus. "Facebok dan Instagram ada 450, YouTube 250, setengahnya lagi masih dalam proses pemantauan." Ujar Rudiantara.
Namun Rudi mengakui ada beberapa akun yang belum dihapus terkait radikalisme dan terorisme lantaran pihaknya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian RI dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Hal ini, kata Rudiantara, dilakukan guna memberikan keleluasaan kepada pihak penegak hukum untuk menyelediki lebih lanjut dan melakukan penangkapan terhadap terduga teroris. "Polri ingin tahu ini jaringan mana, itu alasan belum dihapusnya. Karena Polri ingin tahu ke mana, maka tidak otomatis dilakukan pemblokiran tetapi itu hanya masalah waktu," tutur Rudiantara.
(Amril Amarullah (Okezone))