Advertisement
Advertisement

Kemenkominfo Akan Berantas Situs Berbau Radikal & Terorisme

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Selasa, 22 Mei 2018 |09:59 WIB
Kemenkominfo Akan Berantas Situs Berbau Radikal & Terorisme
Situs terorisme (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberantas seluruh situs yang meliki konten radikalisme dan terorismen. Bahkan hingga saat ini terdapat 9500 konten megatif yang berisi paham radikalisme terorisme dan ekstremisme yang sedang diverifikasi untuk diblokir.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan upaya pemblokiran konten klnten negstif yang mengsrah ke paham paham yang merusak bangsa Indonesia, terutama radikalisme, terorisme dsn ekstremisme. Hingga akhir pekan lalu tercatat 2500 konten yang sudah diblokir. "Nah sekarang masih memverifikasi lagi 9500 konten baik medsos maupun youtube yang disinyalir masuk dalam kategori tersebut," terangnya usai melakukan bakti sosial dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional di Pondok Pesantren Al Mumtaz, di Patuk, Gunungkidul, DIY, Senin (21/5/2018).

Dijelaskannya pihaknya memang memilih menutup situs atau akun akun serta konten konten media yang memgarah kd paham radikalisme dan terorisme. Langkah ini agar pihaknya tidak kecolongan ddngan konten yang semestinya diblokir namun justru lepas. "Jadi keliru tidak apa apa, nanti kalau keliru kita akan minta maaf, daripada konten paham berbahaya lepas dari pemblokiran," tandasnya.

Rudiantara menambahkan, saat ini 9500 konten tersebut tengah didalami mengenai isi dalam berbagai akun dan juga situs tersebut. Hal ini untuk melihat kesesuaian materi dan situs atau akun yang ada. " Mudah-mudahan secepatnya selesai. Kita banyak dibantu masyarakat untuk laporannya. Jadi kita berharap uluran tangan semua pihak sehingga generasi bangsa Indonesia bisa terlepas dari paham paham yang akan menjadikan disintegrasi bangsa ini," beber dia.

Sementara di hadapan para santri Rudiantara mengajak semua santri untuk hati-hati menggunakan media sosial di tengah era yang serba digital. Terlebih untuk memblokir konten - konten negatif yang menjurus radikalisme, dan terorisme. "Mari gunakan medisa sosial untuk hal yang positif," ajaknya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement