Selanjutnya, menyiapkan standar teknis produk dan produksi, menyiapkan jaringan rantai pasok untuk kebutuhan produksi dan purna jual, menyelenggarakan proses produksi, menjual produk melalui jaringan yang ditetapkanm, serta memberikan jaminan purna jual (quality assurance dan spare part).
"Semua tahapan-tahapan tersebut memerlukan peran aktif dari pelaku usaha," tuturnya.
Dalam tahapan panjang itu, Airlangga memuji perusahaan konsorsium yang menggodok mobil pedesaan.
"Kami mengapresiasi kerja sama antara PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia membentuk konsorsium prinsipal dengan mendirikan PT Kiat Mahesa Wintor Nusantara (KMWN)," ucapnya.
[Baca Juga: Didukung Jokowi, Mobil Pedesaan Meluncur Agustus 2018]
(Abu Sahma Pane)