Mendaftar ke salah satu link yang disebarkan merupakan salah satu cara untuk melihat atau mengukur seberapa banyak masyarakat yang berminat untuk datang ke acara tersebut. Nyatanya sudah 7.000 orang mendaftar untuk melihat momen tersebut. Mayoritas peminat yang datang adalah anak SMP sampai dewasa.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Tak Bisa Dilihat di Beberapa Wilayah Indonesia
Dari banyaknya masyarakat yang datang dan sedikitnya teleskop yang disediakan, rupanya panitia telah memberikan estimasi waktu 5-15 detik setiap orangnya. Security dan petugas dari planetarium pun berjaga di masing-masing teleskop untuk membuat masyarakat lebih tertib.
Untuk para masyarakat yang ingin mengabadikan momen ini menggunakan kamera smartphone, panitia telah menyediakan satu teleskop khusus untuk mereka yang ingin memotret momen tersebut dari teleskop. Namun, kebanyakan dari mereka membawa kamera dan lensa tele sendiri, sehingga lebih bebas memotret momen tersebut tanpa harus mengantre.
Menurut panitia acara, masyarakat sudah mulai berkumpul sejak pukul 16.30 WIB. Puncaknya masyarakat berdatangan sekira pukul 18.30 WIB setelah maghrib. Selagi menunggu momen tersebut, panitia telah menyediakan permainan ular tangga untuk anak-anak, selain itu terdapat 36 arkeolog yang nantinya akan memberikan informasi mengenai Super Blue Blood Moon. Jadi, tidak hanya melihat Super Blue Blood Moon saja, tetapi pengunjung juga mendapatkan ilmu mengenai astronomi.