Predicting atau prediksi, bekerja dengan menangkap tanda-tanda dari otak pengemudi ketika akan memulai gerakan. Sedangkan untuk kemampuan Detecting atau deteksi, sistem dapat mengevaluasi ketidaknyamanan pengemudi dan mengubah konfigurasi mobil atau mengubah ke dalam mode otonom.
Teknologi luar biasa itu juga menggunakan augmented reality, yang berguna untuk menyesuaikan apa yang pengemudi lihat.
Selama uji coba di CES (Consumer Electrics Show), pengemudi dipakaikan alat untuk mengukur aktivitas gelombang otak. Sistem kemudian mengambil tindakan dengan memutar kemudi atau memperlambat mobil, dengan bertindak 0,2 sampai 0,5 detik lebih cepat daripada pengemudi.