JAKARTA - Cai Lun (atau Ts’ai Lun) lahir dari keluarga kurang mampu, di Guiyang, China, selama dinasti Han Timur pada 50 Masehi. Ia adalah sosok yang cerdas dan ambisius.
Ia dipercaya oleh kaisar He dari Han, dan menjabat sebagai klerus di istana saat usianya masih muda. Lun dikenal dengan kepribadiannya yang tenang, tidak mau mengambil risiko, tidak begitu ramah, dan sedikit aneh.
Perjalanannya menemukan kertas mulai pada suatu hari, ketika kaisar memberinya setumpuk dokumen untuk ia proses di rumah, sejak ia menjabat sebagai kasim pengadilan. Dokumen-dokumen tersebut diukir dengan potongan bambu, yang diberikan kepada beberapa orang untuk dibawa dengan gerobak yang ditarik oleh kerbau.
Baca juga: Perjalanan William Jones sang Penemu Simbol Bilangan Pi
Dalam perjalanan, kerbau itu tergelincir dan jatuh di bawah roda, potongan-potongan bambu tersebut juga jatuh ke tanah. Sambil berusaha mendapatkan kerbau yang lain untuk membawa bambu, Lun berpikir bahwa potongan bambu itu terlalu berat dan sulit untuk digunakan.
Selama berpikir, di perjalanan ia menemukan tangkai rami. Ia kemudian menatap serabut rami itu dan mendapat ide bahwa benda tersebut bisa berguna.