Pada 105 Masehi, Cai Lun menemukan komposisi kertas beserta proses pembuatannya. Meskipun kini alat dan mesin pembuatannya telah berubah, mereka masih menggunakan teknik kuno lembaran serat yang tersuspensi dalam air yang dikeringkan hingga menjadi kertas tipis.
Pada masanya, hingga saat ini, Cai Lun diakui oleh dunia sebagai seorang penemu kertas. Para ilmuwan merasa senang dan sangat menghargai penemuannya.
Dalam buku The 100 – a Ranking of the Most Influential Persons in History oleh Michael H. Hart, Cai Lun menduduki peringkat ke tujuh sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah berkat penemuannya. Peringkatnya berada di atas Gutenberg, Einstein, Pasteur, Galileo, dan Aristoteles.
Terlepas dari prestasinya, Cai Lun terlibat dalam persekongkolan kerajaan, ia membantu permaisuri menghadapi saingan percintaannya untuk menarik perhatian sang kaisar.
Saat pergantian kekuasaan pada 121 Masehi, ia dipanggil untuk dihakimi atas perannya. Alih-alih muncul untuk penghakiman, Cai Lun mandi dan mengenakan jubah terbaiknya, kemudian meminum racun, mengakhiri kehidupan sebagai salah satu penemu terpenting dalam peradaban dunia.
(Ahmad Luthfi)