“Ini memecahkan masalah-masalah tersebut dan memberikan sebuah persediaan tenaga yang konstan, terlepas dari lokasi Anda di Mars. Kekuatan fisi bisa memperluas lokasi pendaratan di Mars untuk mencakup garis lintang utara yang tinggi, di mana kemungkinan terdapat es,” papar Mason.
Sebuah rektor nuklir antariksa dapat menyediakan sumber daya kepadatan energi yang tinggi dengan kemampuan untuk beroperasi bebas dari energi matahari atau orientasi. Teknologi itu juga bisa beroperasi di area yang sangat keras, seperti permukaan Mars, menurut Patrick McClure, pemimpin proyek Kilopower, bekerja di Laboratorium Nasional Los Alamaos.
“Teknologi reaktor yang kami uji dapat berlaku pada banyak misi NASA, dan kami sangat berharap ini merupakan langkah awal bagi reaktor fisi untuk menciptkan paradigma baru mengenai eksplorasi antariksa yang inspiratif serta benar-benar ambisius,” tutur David Poston, kepala perancang reaktor Los Alamos.
“Sebuah kesederhaan merupakan hal yang sangat penting untuk segala proyek rekayasa, tak perlu desain yang paling sederhana, namun menemukan jalan sesederhana mungkin melalui desain, pengembangan, produksi, keamanan, dan pengujian,” terangnya.
“Apa yang kami usahakan adalah untuk memberi misi luar angkasa sebuah pilihan selain RTGs, yang pada umumnya menyediakan 100 watts. Perbedaan besar antara semua hal luar biasa yang telah kami lakukan di Mars, dan apa yang harus kami lakukan untuk misi manusia ke planet tersebut, adalah kekuatan,” kata Mason.
Teknologi baru ini bisa menyediakan kilowatt dan akhirnya mampu berkembang sehingga dapat menyediakan ratusan kilowatt, atau bahkan megawatt listrik. "Kami menyebutnya proyek ‘Kilopower’ karena kami hanya punya waktu jangka pendek untuk menyediakan kilowatt untuk misi yang sebelumnya dibatasi penggunaan yang lebih sedikit,” tuturnya.