JAKARTA - Uber dilaporkan menggunakan sebuah program khusus untuk memata-matai Grab, kompetitornya di Asia Tenggara. Program tersebut digunakan untuk mengumpulkan data para pengemudi Grab.
Kabar tersebut dilaporkan oleh Bloomberg berdasarkan bocoran dari sumber anonim. Program yang dinamakan Surfcam itu dikembangkan oleh staf Uber yang dapat mengetahui pengemudi Grab secara real-time dan di mana mereka berada.
Meski demikian tak diketahui apakah program khusus ini mengambil data secara diam-diam dari Grab atau berdasarkan informasi publik. Program tersebut digunakan Uber pada 2015 saat Travis Kalanick menjabat sebagai CEO.
Sumber Bloomberg juga mengatakan program tersebut menimbulkan kekhawatiran dengan anggota tim hukum Uber "yang mempertanyakan apakah dapat dioperasikan secara legal di Singapura karena mungkin bertentangan dengan persyaratan layanan Grab atau undang-undang kejahatan komputer yang ketat di negara tersebut."
Program khusus yang dibuat Uber memiliki cara kerja yang sama seperti Google yakni menjelajah web agar sebuah informasi dapat dicari atau bagaimana situs web agregator bekerja.