Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY: Benjamin Franklin, Sosok yang Ada di Balik Lahirnya Penangkal Petir

Riani Angel Agustine , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2017 |09:03 WIB
OKEZONE STORY: Benjamin Franklin, Sosok yang Ada di Balik Lahirnya Penangkal Petir
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Benjamin Franklin merupakan tokoh penting di Amerika Serikat yang juga melakukan percobaan penangkal petir. Benjamin Franklin lahir pada 17 Januari 1706, di Milk Street.

Franklin merupakan anak ke-8 dari Josiah dan Abiah, serta anak ke-10 dari Josiah dan istri pertamanya yang meninggal saat mereka bermigrasi dari Northamptonshire ke Boston. Franklin tinggal di sebuah rumah kecil bersama dengan 13 saudaranya dan hidup dalam kemiskinan.

Ayah Franklin merupakan seorang pembuat sabun dan lilin. Bapak pendiri Amerika tersebut mengenyam bangku pendidikan formal hanya dalam kurun waktu 2 tahun dan pada usia 10 ia diperkerjakan di toko milik ayahnya.

Namun, ia benar-benar tidak menyukai pekerjaannya sebagai pembuat sabun. Karena ketidaksukaannya tersebut, Josiah Franklin membawa anaknya ke berbagai toko di Boston untuk melihat para pengrajin yang berbeda dan sesuai dengan minat anaknya tersebut.

Sayangnya, Bejamin Franklin tidak tertarik sama sekali dalam bidang tersebut dan akhirnya ia menemukan kesukaannya pada buku. Franklin memiliki kakak bernama James Franklin yang merupakan seorang pencetak yang sekaligus menjadi seorang sastrawan dan montir.

Pada saat itu, James membutuhkan seorang karyawan magang dan ia memperkerjakan Benjamin ketika berusia 13 tahun. James Franklin adalah editor dan pencetak "New England Courant", surat kabar keempat yang diterbitkan di koloni-koloni tersebut.

Benjamin Franklin tidak senang menjadi karyawan magang dari kakak laki-lakinya tersebut dan setelah bertugas selama dua tahun akhirnya ia melarikan diri. Diam-diam ia memesan tiket di kapal dan dalam tiga hari tiba di Philadelphia.

Di tahun 1727, Benjamin membentuk ‘Junto’ , sebuah asosiasi orang-orang yang memiliki keinginan memperbaiki masyarakat. Junto menyediakan wadah bagi orang-orang untuk mendiskusikan isu-isu sehari-hari.

Kemudian pada 1728, Benjamin mendirikan percetakan sekaligus menjadi penerbit surat kabar ‘The Pennsylvania Gazette’. Surat kabar tersebut menjadi sebuah platform untuk reformasi lokal dan kebangkitan masyarakat.

Esai dan artikel yang ditulis oleh Benjamin membuatnya mendapatkan banyak rasa hormat, dan orang-orang mulai mempertimbangkannya sebagai cendekiawan. Benjamin juga menerbitkan buku-buku yang ditulisnya sendiri, seperti Poor Richard’s Almanack dan father Abraham Sermone.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement