EDINBURGH - 163 juta tahun yang lalu, perairan Inggris ternyata pernah ditinggali oleh seekor buaya laut yang dijuluki ‘monster Melksham’. Para ilmuwan telah menetapkan, makhluk sepanjang 10 kaki atau 3 meter tersebut dulu tinggal di laut dangkal yang hangat di Eropa.
Dilansir dari Dailymail, Rabu (4/10/2017), fosil yang rusak berat tersebut telah ditempatkan di arsip Museum Sejarah Alam London sejak 1875. Identifikasinya menunjukkan bahwa kelompok repril air yang telah punah tersebut berevolusi jutaan tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Rahang kuat makhluk itu dan gigi bergerigi yang besar yang dimilikinya, memungkinkannya memakan mangsa yang besar, termasuk cumi-cumi prasejarah.
"Ini bukan fosil tercantik di dunia, namun Monster Melksham memberi tahu kita sebuah cerita yang sangat penting tentang evolusi buaya purba ini dan bagaimana mereka menjadi predator puncak di ekosistem mereka,” ungkap Davide Foffa, seorang mahasiswa di University of Edinburgh School of GeoSciences, yang memimpin penelitian tersebut.
Buaya modern sebagian besar ditemukan di daerah tropis Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. Namun, nenek moyang buaya bernama leldraan melkshamensis ditemukan diawetkan di tanah liat.