Namun kondisi antara Peru dan Puerto Rico jauh berbeda. Sebelum banjir melanda, proyek Loon sudah melakukan pengujian konektivitas dengan perusahaan telekomunikasi Peru, Telefonica.
“Kami dapat menghubungkan orang-orang di Peru dengan cepat karena kami sudah bekerja sama dengan Telefonica dalam beberapa pengujian. Dalam hal ini (Puerto Rico) semuanya sedikit rumit karena kami harus memulainya dari awal,” kata Google X.
Di Peru, proyek Loon bisa mengirim tim ke area dimana orang tidak bisa berkomunikasi. Eksperimen daruratnya bekerja dengan memfasilitasi internet kepada puluhan ribu orang Peru, seperti dikatakan Kepala proyek Loon, Alastair Westgarth.
“Lebih dari 160GB data telah dikirim ke orang-orang di area gabungan seluas 40.000km2 atau kira-kira seukuran Swiss, dan data yang cukup untuk mengirim dan menerima sekira 30 juta pesan WhatsApp, atau dua juta email,” tulis Westgarth.
Sam seperti di Peru, proyek Loon tak bisa begitu saja mengirim balon dengan ketinggian yang tinggi ke wilayah Puerto Rico tanpa terlebih dulu membangun koneksi ke penyedia jaringan telekomunikasi.
"Untuk menyebarkan sinyal ke perangkat pengguna, Loon perlu diintegrasikan dengan jaringan mitra telko. Balon tidak dapat melakukannya sendiri," kata juru bicara Google X kepada Mashable.