Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan diuraikan dalam buku Loveng Heng, yaitu catatan yang dibuat oleh Laksamana Cheng-ho pada dinasti Song. Pada abad ke-9, orang China telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan dapat berputar.
Namun, pelaut Persia memperoleh kompas dari orang China dan menjualnya. Setelah penjualan kompas oleh pelaut persia tersebut, kompas menjadi benda yang paling dicari oleh para pelaut dan penjelajah.
Mengenai siapa penemu awal kompas masih memiliki banyak versi, seperti ilmuwan Perancis Peregrinus pada 1269 dan ilmuwan Inggris, William Thomson pada 1877. Namun, sejak kompas ditemukan di China, ia terus mengalami perubahan hingga menjadi kompas yang diketahui saat ini dalam bentuk digital.
(Ahmad Luthfi)