Ganggang biru-hijau (blue-green algae) yang dikenal sebagai cyanobacteria merupakan mikroorganisme fotosintetik bersel tunggal yang hidup di laut. Berbeda dengan yang lainnya, ganggang biru-hijau memiliki dinding sel yang tebal sebagai pelindung.
Di samping itu, ia sering membentuk lapisan berbentuk kubah yang dikenal dengan stromatolit, atau bentuk bundar yang dikenal dengan oncolith. Stromatolit dan oncolith apabila terfosilkan dapat melindungi bagian dalam selnya sehingga dapat dibuat irisan penampang sel yang menampakkan ciri-ciri sel bakteri.
Penelitian terbaru (2011) yang dilakukan oleh ilmuwan Australia dan Inggris berhasil menemukan fosil bakteri yang berumur 3,4 miliar tahun yang lalu dan hidup pada lingkungan tanpa oksigen.
Mikrofosil tersebut terpelihara baik di antara butiran kuarsa dari pasir pantai tertua yang pernah ditemukan. Pada waktu itu Bumi masih merupakan lingkungan yang panas dan ganas dengan aktivitas gunung api yang mendominasi permukaan Bumi.
Baca juga: Ternyata! Pembangunan Piramida Merusak Lingkungan dalam Penjelasan Alquran dan Sains