Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Listrik Bisa Saja Diproduksi di Indonesia, Ini Syaratnya

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |23:35 WIB
Mobil Listrik Bisa Saja Diproduksi di Indonesia, Ini Syaratnya
Ilustrasi mobil listrik (Energyinfrapost)
A
A
A

JAKARTA - Bisa dikatakan para agen pemegang merek (APM) kendaraan di Indonesia sudah siap menghadirkan mobil beremisi karbon rendah, seperti hybrid, plug in hybrid, bahkan full electric, setelah regulasinya diketuk palu. Pemerintah saat ini masih menggodok aturan low carbon emission vehicle (LCEV).

Namun jika diminta langsung memproduksi kendaraan listrik secara lokal, hal itu butuh waktu. Nissan Motor Indonesia (NMI) sebagai salah satu APM yang siap memasarkan mobil listrik di Indonesia menyatakan bahwa butuh proses untuk bisa memproduksi kendaraan di Indonesia.

"APM, ketika akan masuk ke industrialisasi butuh volume (penjualan) dulu. Kita bisa belajar dari negara lain seperti Malaysia. Malaysia itu strateginya adalah mengizinkan impor dulu. Ketika mengizinkan impor dengan kemudahan pajak, tax holiday, dan segala macam, maka harganya terjangkau. Makanya market akan terbentuk kan, dengan market terbentuk itu APM siap untuk memproduksi secara lokal," terang General Manager Marketing Strategy and Product Planning NMI, Budi Nur Mukmin.

(Baca juga: Ditantang Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Nissan: APM Butuh Volume Dulu)

Ia yakin kondisi ini tidak hanya dialami oleh Nissan, tapi juga APM lainnya. Pelaku bisnis perlu melihat dulu daya serap pasar terhadap mobil listrik yang dijualnya seperti apa. Bila baik, akan berlanjut ke tahap produksi lokal.

Untuk bisa diterima pasar pun kendaraan listrik butuh proses. Kendaraan listrik mengusung teknologi baru yang butuh adaptasi dalam penggunaannya.

Sementara itu Volkswagen (VW) Indonesia sudah memiliki niat untuk memperkenalkan mobil listrik ke Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement