Etnografer Inggris dan matematikawan Thomas Harriot juga menggunakan spyglass untuk mengamati bulan. Harriot terkenal karena perjalanannya ke pemukiman awal di Virginia untuk mengamati sumber daya di sana. Agustus 1609, gambar bulan mendahului Galileo namun tak pernah diterbitkan.
Semakin dia mengamati, semakin Galileo yakin akan model Planet Copernicus yang terpusat pada matahari.
Galileo menulis sebuah buku ‘Dialog mengenai Dua Kepala Sistem Dunia, Ptolemaic, dan Copernicus’ dan mempersembahkannya untuk Paus Urban VIII. Namun gagasannya dianggap sesat dan Galileo dipanggil untuk tampil di hadapan Inkuisisi di Roma pada 1633. Dia mengajukan sebuah tuntutan dan dijatuhi hukuman tahanan rumah di mana dia terus bekerja dan menulis hingga ia meninggal pada 1642.
Di tempat lain di Eropa, para ilmuwan mulai memperbaiki teleskop tersebut. Johannes Kepler mempelajari optik dan merancang sebuah teleskop dengan dua lensa cembung, yang membuat gambar tampak terbalik. Terinspirasi dari tulisan-tulisan Kepler, Isaac Newton beralasan bahwa lebih baik membuat teleskop dari cermin dibanding lensa dan membangun teleskop pemantulnya yang terkenal pada 1668. Berabad-abad kemudian, teleskop refleksi tersebut mendominasi astronomi. Demikian seperti dilansir Space, Senin (7/8/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)