Saat itu ia baru menamai alatnya sebagai 'elevator miring'. Alat yang dibuat Jesse saat itu memiliki tinggi 2,1 meter dengan sudut kemiringan sekira 25 derajat. Alat itu menggunakan sabuk karet sepanjang 22,8 meter yang dipasangkan di Old Iron Pier, Coney Island, New York, pada 1896.
Baca juga: Televisi Pertama Terinspirasi dari Transisi Faksimili
Setelah itu, George A. Wheeler mematenkan konsepnya sendiri mengenai kinerja eskalator. Namun setelah itu ia menjual karya intelektualnya kepada Charles Seeberger yang kemudian digunakan pada perusahaannya, Otis Elevator Company pada 1899.
Barulah pada 1990, Seeberger memperkenalkan alat tersebut sebagai eskalator. Ia menggunakan nama tersebut dari bahasa Latin (scala, e, dan tor) yang bermakna 'melintasi'. Lama-kelamaan alat itu pun lebih sering dikenal sebagai eskalator ketimbang elevator.
Hingga kini eskalator telah mengalami banyak perubahan baik dari segi mekanisme mesin, maupun desain. Berdasarkan catatan situs Winderpolis, bahkan saat ini terdapat sebuah eskalator yang menakjubkan di Hong Kong. Eskalator yang berada di luar ruangan tersebut disebut sebagai yang terpanjang di dunia karena memiliki panjang 2.600 kaki atau sekira 800 meter.
(Kemas Irawan Nurrachman)