Sementara itu bumper car hanya diambil sasisnya saja. Bagian selebihnya seperti bodi ia buat sendiri. Dudukan mesin dan jok juga dimodifikasi untuk disesuaikan dengan dimensi kendaraan. Ada tiga roda lebar yang digunakan, satu di depan dan dua di belakang. Dua roda belakang dihubungkan dengan rantai tentunya menggunakan gear set yang sudah dimodifikasi.
Mesin ditempatkan di bagian depan atau dekat dengan kaki pengendaranya. Sementara karena knalpot bawaan motor tidak fit dengan desain bumper car, Colin membuat sendiri knalpot dengan lekukan yang sudah disesuaikan. Ada dua corong knalpot hasil dari pembuangan empat silinder yang dihubungkan ke sisi-sisi bumper car.
Jika bumper car standar menggunakan setir, kendaraan ini menggunakan setang. Mungkin karena Colin tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk memasang perangkat kemudi, sampai ke bagian roda. Setang tersebut juga bukan bawaan standar dari CBR, melainkan dibuat baru tentunya sudah disesuaikan dengan tombol-tombol pengaturan, kopling, serta grip gas.
Untuk gigi, ia tetap mempertahankan batangan standar dari motor namun bentuknya dimodifikasi sehingga bisa masuk di leg room sebelah kiri. Sementara kontrol rem tetap dipertahankan di setang sebelah kanan serta kaki kanan.
Untuk membuktikan bahwa bumper car itu merupakan yang tercepat di dunia, Colin melakukan pengujian di sebuah landasan pacu militer. Hasilnya, bumper car mampu melaju hingga kecepatan lebih dari 164 km/jam. Aksi pemecahan rekor itu pun masuk dalam catatan Guinness World Records.
(Anton Suhartono)