Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Sulitnya Membeli Mobil Ferrari

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 20 Juli 2017 |12:15 WIB
Cerita Sulitnya Membeli Mobil Ferrari
Sudah ada pemiliknya, Ferrari LaFerrari di Showroom Ferrari Jakarta (Foto: Anton/Okezone)
A
A
A

MARANELLO - Ferrari diketahui merupakan merek sports car yang teruji kredibilitasnya dan legendaris. Konsumennya pun tidak sembarangan. Untuk bisa memiliki mobil barunya bukan hanya soal punya uang atau tidak, namun bagaimana passion sang konsumen terhadap merek kuda jingkrak.

Sehingga, tak heran jika konsumen di seluruh dunia selalu berebut begitu mengetahui Ferrari akan mengeluarkan produk terbaru.

Chief Marketing and Commercial Officer Ferrari Enrico Galliera lah sosok pemegang keputusan untuk menentukan bisa atau tidaknya seseorang membeli produk-produk Ferrari yang unitnya hanya diproduksi terbatas itu.

"Kami mendapat permintaan yang lebih banyak dari ketersediaan mobil itu sendiri. Jadi apa yang kami lakukan adalah mengidentifikasi kriteria konsumen yang layak mendapatkannya," ungkap Galliera, seperti dikutip dari Carscoops, Kamis (20/7/2017).

Ditegaskannya, perusahaan hanya memberikan mobil-mobil yang dibuat terbatas itu sebagai 'hadiah' bagi para konsumen terbaik.

Ia mengakui tugas terberatnya adalah menolak konsumen yang ingin membeli Ferrari, apa pun modelnya. Namun hal itu harus dilakukannya dan kelamaan menjadi tugas reguler. Galliera mencontohkan, sebelum peluncuran hypercar hybrid LaFerrari Aperta ia mengatakan kepada 200 konsumen, apakah mereka tertarik memiliki mobil itu meski belum melihat wujudnya. Para pencinta Ferrari itu menjawab 'Iya'. Hal ini menjadi pertimbangan baginya untuk menyetujui atau tidak 200 orang tersebut.

Galliera juga sering menerima permintaan dari banyak orang kaya yang dianggapnya ‘tidak layak’ memiliki Ferrari. Kepada orang-orang seperti ini, Galliera tidak terlalu berat mengatakan ‘tidak’. Tapi beda halnya dengan konsumen loyal Ferrari. Berat rasanya untuk mengatakan ‘tidak’. Keterbatasan unit yang diproduksi sehingga tidak seimbang dengan permintaan membuatnya harus berani membuat keputusan yang tega. 

Bahkan sekalipun peminatnya adalah karyawan yang punya kedudukan tinggi di Ferrari, ia juga harus berani menolaknya. "Dengan jumlah unit yang terbatas dan konsumen menunggu begitu lama untuk mendapatkan mobil mereka, tidak layak rasanya jika mobil itu justru diberikan ke para karyawan," tegasnya.

Hanya ada segelintir orang yang bisa langsung disetujui jika mereka ingin membeli mobil, yakni pembalap Formula 1 dari tim Ferrari.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement