Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Lesu, Harley Davidson Pangkas Produksi Motor

Anton Suhartono , Jurnalis-Rabu, 19 Juli 2017 |11:02 WIB
Permintaan Lesu, Harley Davidson Pangkas Produksi Motor
(Foto: Reuters)
A
A
A

MILWAUKEE - Harley Davidson memangkas produksi sepeda motornya pada semester kedua 2017. Hal ini disebabkan menurunnya pengiriman dan penjualan sepeda motor, baik di Amerika Serikat maupun di pasar global. Dampaknya, Harley akan mengurangi jam kerja produksi di beberapa pabrik di AS. Demikian seperti dukutip dari Reuters, Rabu (19/7/2017).

Di samping persaingan di segmen motor gede yang semakin sengit, terutama dengan merek Jepang dan produsen India, permintaan model baru motor Harley Davidson juga terpukul akibat maraknya penjualan motor bekas. Banyak pengguna Harley yang sudah berusia lanjut menjual motor-motor mereka.

Adanya perubahan selera generasi millennial, turut memengaruhi penjualan Harley. Selain lebih selektif dalam memilih motor, Generasi Y juga lebih menyukai menggunakan mobil sebagai alat transportasi ketimbang roda dua.

Sepanjang 2017, Harley menargetkan pengiriman 241 ribu sampai 246 ribu unit sepeda motor ke seluruh dunia. Angka itu masih di bawah penjualan wholesales pada 2016 yang mencapai 262.221 unit. Sementara untuk kuartal ini saja, Harley berencana mengirim 39 ribu sampai 44 ribu sepeda motor atau turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tren penurunan penjualan terus terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pada 10 tahun lalu penjualan Harley bisa mencapai 350 ribu unit per tahun.

Penurunan permintaan di AS sangat berdampak pada performa penjualan Harley secara global. Hal ini dikarenakan AS merupakan pasar utama pabrikan yang berbasis di Milwaukee ini. Pada kuartal kedua 2017 penjualan Harley di AS turun 9,3 persen sementara secara global turun 6,7 persen.

Pangsa pasar produk Harley di segmen motor gede juga turun tipis menjadi 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 49,5 persen.

Sementara itu pada kuartal pertama 2017 penjualan global Harley turun 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai 55.049 unit. Sedangkan pada tahun lalu 57.458 unit. Dari jumlah itu, AS menyumbang penjualan 33.316 unit atau turun 5,7 persen.

Untuk mendongkrak penjualannya kembali, Harley melakukan berbagai langkah. Salah satunya dengan membangun fasilitas perakitan di Thailand. Dengan beroperasinya fasilitas perakitan di Thailand pada akhir 2018, Harley berharap penetrasi di pasar Asia Tenggara akan lebih kuat. Diyakini dengan harga yang kompetitif, produk Harley bisa lebih diterima di Asia Tenggara.

Pabrik di Thailand merupakan fasilitas perakitan ketiga Harley Davidson yang berdiri di luar AS setelah Brasil dan India.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement