Meski demikian, usahanya tak sia-sia. Informasi terakhir pada Februari 2016, Telegram telah memiliki pengguna aktif bulanan hingga 100 juta. Selain itu setiap harinya terdapat 350.000 pengguna baru yang menggunakan Telegram. Setiap harinya, Telegram mengklaim mampu menangani pengiriman pesan hingga 15 miliar per hari.
Hanya saja, ia harus berurusan dengan beberapa negara akibat ulah kelompok teroris yang memanfaatkan layanan Telegram untuk melakukan propaganda. Seperti yang dialami di Indonesia saat ini, Kemkominfo mengambil langkah tegas untuk memblokir akses Telegram melalui website.
Meski begitu, Durov menawarkan tiga solusi atas permintaan tersebut. Ia mengatakan berjanji akan memblokir channel atau saluran yang berkaitan dengan kelompok teroris, memberikan respons melalui e-mail sebagai sarana komunikasi pemerintah Indonesia dan Telegram, serta membentuk tim untuk memediasi kedua belah pihak agar tak kesalahan komunikasi.
Pavel Durov merupakan adik dari Nikolai Durov, yang merupakan salah satu pendiri Telegram. Jika Nikolai berperan sebagai teknisi, maka Pavel Durov memiliki tugas untuk mengumpulkan dana serta bantuan bagi Telegram. Meski begitu, Pavel juga terkenal jago dalam hal pemrograman.
Pavel dilahirkan di kota St. Petersburg, Rusia, pada 10 Oktober 1984. Kecintaannya terhadap bidang pemrogram telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah. Pada 2016, Pavel Durov tercatat memiliki kekayaan senilai USD600 juta.
(Kemas Irawan Nurrachman)