Pada 2011, Pavel Durov mengunggah foto seekor anjing yang sedang menjulurkan lidah. Foto itu diduga sebagai respons Durov terhadap permintaan pemerintah Rusia. Setelah insiden tersebut, kepemimpinannya di VKontakte kian memudar. Hingga pada akhirnya ia harus rela menjual VK kepada Mail.ru Group, perusahaan yang didukung pemerintah.
Pada 2013, Durov mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kepolisian setempat karena diduga menjadi pelaku penyerangan polisi. Ia dituduh menabrak seorang polisi di Kota Moskow dengan menggunakan mobil Mercedes berwarna putih. Meski demikian Durov menampik tuduhan itu. Ia bahkan mengaku tak bisa menyetir sama sekali.
Karena merasa terancam, ia bersama kakak dan karyawan setia VKontakte kemudian kabur dari tanah kelahirannya umtuk ke New York, Amerika Serikat. Di sana mereka kemudian memiliki proyek baru yang kini dikenal sebagai Telegram.
Untuk menjaga keberlangsungan Telegram, Durov dilaporkan rela menghabiskan uang sebesar USD1 juta per bulannya. Padahal, saat itu Telegram masih belu menghasilkan keuntungan bagi Durov.
Ia pun terkenal sebagai pelancong ke berbagai negara. Sebab ia merasa terlalu berisiko jika harus kembali ke Rusia. Sehingga setiap beberapa bulan sekali ia dan karyawannya yang lain akan berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya.