Advertisement
Advertisement

Astaga! Ini Ternyata Alasan Teroris Senang Menggunakan Telegram

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Sabtu, 15 Juli 2017 |06:03 WIB
Astaga! Ini Ternyata Alasan Teroris Senang Menggunakan Telegram
(Foto: Neowin)
A
A
A

JAKARTA - Aplikasi pesan instan Telegram memiliki fitur-fitur yang juga dimiliki oleh aplikasi pesaingnya, WhatsApp. Hanya saja, menurut kabar yang beredar menyebutkan bahwa pelaku teror memilih untuk menggunakan Telegram.

Informasi yang beredar sebelumnya mengatakan, ISIS mengklaim bertanggungjawab pada serangan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter dan Telegram oleh media, Amaq. Serangan itu ditargetkan pada pusat Baghdad, Irak yang terjadi pada akhir Mei 2017.

Seperti diketahui, aplikasi Telegram memiliki fitur enkripsi yang dapat menjaga privasi pengguna, sehingga pesan itu tidak dapat bocor atau diketahui orang lain. Telegram mengklaim bahwa daya tarik aplikasinya adalah pengguna bisa mengirim pesan terenkripsi yang akan sangat sulit untuk ditembus.

Fitur tersebut hadir di Telegram dan disebut sebagai Secret Chat dan menggunakan enkripsi end-to-end, sehingga tidak akan meninggalkan jejak di server Telegram, mendukung pesan yang dapat self-destructing dan tidak bisa diteruskan.

Di atas semua itu, fitur secret chat tidak termasuk bagian dari cloud Telegram dan hanya dapat diakses dari perangkat yang menggunakan aplikasi tersebut. Fitur yang diberikan Telegram inilah yang tampak membuatnya menjadi aplikasi berkirim pesan favorit bagi para teroris karena dirasa sangat aman.

Sekadar informasi, Telegram merupakan aplikasi berkirim pesan yang diklaim memiliki keamanan lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis. Aplikasi ini dibuat sejak 2013 silam oleh dua bersaudara asal Rusia, Pavel Durov dan Nicolay Durov.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement