Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rusia Akan Meluncurkan 'Bintang' Paling Terang Buatan Manusia di Langit

Tachta Citra Elfira , Jurnalis-Sabtu, 01 Juli 2017 |21:30 WIB
Rusia Akan Meluncurkan 'Bintang' Paling Terang Buatan Manusia di Langit
Foto : New Atlas
A
A
A

MOSKOW - Rusia siap meluncurkan objek buatan paling terang di langit malam, yang bisa mengalahkan segala sesuatu kecuali Bulan, mulai bulan depan, yakni Mayak.

Mayak adalah sebuah CubeSat Rusia sejenis satelit mini yang akan dilengkapi dengan reflektor surya. Menurut para ahli, jika satelit mini diluncurkan, bisa saja memiliki magnitudo sebesar -10. Sedangkan Bulan berada di antara -13 dan -12.

Benda langit memang dapat diukur berdasarkan kecerahannya, dengan objek paling terang yang menerima nilai terendah. Sebagai perbandingan, Matahari memiliki magnitude -27.

CubeSat akan lebih terang dari benda-benda lain di langit, seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional atau Venus, yang memiliki nilai magnitude dari -6 dan -5. Sebenarnya, hal ini bisa mengganggu para astronom yang mengandalkan langit malam untuk penelitian mereka.

"Kami berjuang keras sampai ke langit yang gelap di dalam dan di sekitar planet kita,” kata Nick Howes, seorang astronom dan mantan wakil direktur Observatorium Kielder di Northumberland dalam sebuah wawancara dengan IFLScience.

Ada beberapa perbedaan pendapat tentang kecerahan potensial CubeSat, dengan IFLScience yang meramalkan besarnya sekira -3,6, yang masih akan menjadikannya salah satu objek paling terang di langit. Mayak juga akan terlihat di AS, dan bagian lain dunia.

Satelit kecil ini dirancang oleh siswa dari Politeknik Moskwa dan memiliki berat kurang dari 8 pound, hanya terdiri dari sumber tenaga, sistem kontrol dan reflektor surya tersebut di atas. Proyek ini telah mengumpulkan lebih dari USD30.000 untuk situs pendukung orang-orang Rusia Boomstarter, mirip dengan Kickstarter AS.

Dengan proyek ini, para siswa ingin menunjukkan bahwa ruang dapat diakses oleh tim ilmiah kecil dengan sedikit biaya. Selain itu, para siswa juga akan menguji perangkat pengereman aerodinamika di akhir operasi CubeSat, dan akhirnya dikirim ke tempat yang dalam. Mayak akan meluncurkan roket Soyuz-2.1a pada 14 Juli. Demikian dinukil dari New Atlas, Sabtu (1/7/2017).

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement