KUALA LUMPUR - Mobil listrik sudah menjadi tren di berbagai negara. Pada awalnya, mobil yang sama sekali tidak menggunakan bahan bakar fosil ini digunakan di Eropa dan Amerika. Namun secara perlahan akan menjalar ke Asia, termasuk Asia Tenggara.
Thailand sudah menyiapkan regulasi untuk mobil tak bermisi karbon ini. Namun Malaysia tidak ingin tertinggal, pemerintah menargetkan 100 ribu mobil murni bertenaga listrik hingga 2030.
Selain itu, Malaysia juga mencanangkan target 2.000 bus listrik untuk transportasi umum dan penyediaan 125 ribu stasiun pengisian ulang baterai.
Menteri Energi Teknologi Ramah Lingkungan dan Pengairan Seri Maximus Ongkili mengatakan, target pemenuhan kendaraan listrik itu merupakan bagian dari National Green Technology Master Plan dan Electric Mobility Blueprint.
"Dengan target itu, pemerintah akan mulai pengembangan sektor teknologi ramah lingkungan lebih agresif lagi. Namun kesadaran masyarakat juga penting untuk menciptakan budaya mobilitas yang rendah emisi karbon di Malaysia," kata Ongkili, seperti dikutip dari Bernama.