Satelit Palapa B2 memanfaatkan teknologi tinggi, sehingga harus diangkut dengan pesawat ulang alik "Challenger" ke luar angkasa. Sedangkan Palapa B1 diluncurkan dengan cara konvensional.
Akan tetapi, satelit B2 mengalami kegagalan dan dijemput oleh STS-51A pada November 1984. Kemudian, Palapa B2P diluncurkan mengitari orbit, bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi.
Satelit B2P berada di ketinggian 36 ribu kilometer di atas khatulistiwa pada lokasi 113 BT. Lalu, pada 1996 Indonesia meluncurkan satelit Palapa C1. Satelit Palapa C1 ialah satelit komunikasi pertama yang dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Satelit-satelit sebelumnya sebagian besar dikelola oleh Perumtel.
Palapa C1 dibuat oleh Hughes, Amerika Serikat, AS dan diluncurkan pada 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B) AS. Diluncurkan memanfaatkan roket Atlas 2AS.
Satelit tersebut dimaksudkan untuk mengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 BT dengan rentang operasi selama 7 tahun, tetapi terjadi kegagalan pengisian baterai pada 24 November 1998.