Salah satunya, mobil listrik Sapu Angin buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjuarai lomba mobil irit mahasiswa se-Asia, Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2014. Selain itu mobil listrik karya dari Universitas Negeri Sematang (Unnes) berhasil lolos untuk mengikuti kompetisi Energy Challange di Churasun Beach, Tomigusu, Okinawa, Jepang.
Berbeda dengan mobil listrik, produsen sepeda motor di Indonesia, selangkah lebih maju. Beberapa produsen sudah mulai memperkenalkan kendaraan roda dua ramah lingkungan. Sejauh ini ada beberapa produsen yang sedang mengembangkan dan menguji sepeda motor listrik, yakni Honda, Garansindo yang bekerja sama dengan ITS, serta Viar yang menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pabrikan Honda beberapa waktu lalu menunjukkan sepeda motor listrik EV Neo serta melakukan uji coba perilaku penggunaan motor listrik di jalan raya dengan menggandeng Kementerian Perhubungan. Skuter ini sudah diluncurkan di beberapa negara dan dianggap cocok untuk pasar Indonesia.
Viar Motor Indonesia tak kalah agresif. Bahkan produsen sepeda motor nasional itu mengklaim siap meluncurkan dua model sepeda motor listriknya yakni Viar Pulse dan Q1.
Satu pemain lagi yakni Garansindo bahkan sudah menguji coba skuter yang diberi nama GESITS dari Jakarta ke Bali, sejauh lebih dari 1.200 kilometer. GESITS rencananya mulai diproduksi massal pada 2017.
Jika terealisasi, maka GESITS akan menjadi sepeda motor buatan lokal pertama yang dipasarkan di Indonesia. Skuter yang pengembangannya mendapat bantuan dana dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) itu akan dipasarkan dengan harga antara Rp15 juta-Rp20 juta.
(Dian AF)