Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KALEIDOSKOP 2016: Apa Kabar Kendaraan Listrik?

Mufrod , Jurnalis-Rabu, 21 Desember 2016 |12:11 WIB
KALEIDOSKOP 2016: Apa Kabar Kendaraan Listrik?
Mobil listrik karya anak bangsa (foto: Okezone)
A
A
A

Mobil dengan emisi karbondioksida (CO2) paling rendah dalam gram per kilometer akan dikenakan pajak paling ringan. Dengan begitu, harga mobil bisa ditekan.

Meski regulasi ini tidak menyinggung langsung kendaraan listrik, namun setidaknya hal ini merupakan anak tangga menuju mobil nol emisi karbon alias kendaraan murni listrik.

Kalangan industri pun menyatakan kesiapannya jika pemerintah sudah memberikan lampu hijau, namun mereka masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah. Sebagai contoh, desakan agar pemerintah memberikan insentif untuk mobil hybrid atau kendaraan dengan dua jenis mesin, yakni konvensional dan motor listrik.

Hal tersebut dikemukakan produsen Honda yang mengaku sulit jual mobil hybrid kalau tak dapat insentif dari Pemerintah, karena harganya akan sangat mahal. Kondisi tersebut juga dirasakan Lexus yang menganggap pentingnya insentif bagi mobil hybrid yang dinilai bisa membawa peluang mobil listrik masuk ke Indonesia.

Selain itu dampak negatif dari kendaraan listrik juga menjadi sorotan. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi pernah mengatakan, kendaraan listrik menimbulkan masalah baru. Limbah baterai baterai bisa menimbulkan dampak yang lebih membahayakan.

Dampak negatif dari limbah baterai kendaraan listrik terhadap lingkungan memang tidak langsung dirasakan, melainkan jangka panjang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement