Setelah inkubasi selesai, larva akan keluar dari telur dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva akan makan dan tumbuh dengan cepat sehingga kulit mereka semakin sempit dan tidak bisa tumbuh lagi. Mereka akan berganti kulit yang pada tahap ini kulitnya masih keras dan rapuh sehingga mudah pecah. Mereka kemudian berganti kulit lagi hingga tiga kali.
Cara makan larva juga sangat rumit. Mereka membuat pusaran kecil di dalam air untuk menjebak bakteri dan mikroorganisme mengalir ke mulutnya. Mereka bernapas dengan pipa udara mirip snorkel dan mengeluarkan cairan kental yang mencegah air masuk ke pipa pernapasan.
Pada tahap akhir, nyamuk keluar dari kepompong dan berganti alat pernapasan. Mereka kini sudah memiliki bentuk tubuh baru dan pipa pernapasan baru yang terletak di depan tubuh. Seekor nyamuk bisa saja mati karena napas mereka terputus, namun pipa mereka selalu tersembul duluan di permukaan air sebelum pergantian kulit yang terakhir.
Pada intinya, nyamuk mengalami perubahan dan perjalan perkembangan yang berbeda dan penuh bahaya dari makhluk lain. Namun Allah SWT telah memberikan sistem sedemikian rupa hingga serangga kecil ini bisa bertransformasi, berkembang dan tumbuh menjadi nyamuk dewasa.
(Kemas Irawan Nurrachman)