JAKARTA – Nyamuk mungkin adalah hewan yang kecil. Namun menurut penemuan sains dan pandangan Alquran, hewan tersebut penuh dengan keajaiban.
Nyamuk memiliki petualangan yang luar biasa. Selama ini kebanyakan orang tahu bahwa nyamuk hidup dengan menghisap darah, padahal itu tidak sepenuhnya benar. Hanya nyamuk wanita yang menghisap darah, namun darah tersebut bukannya dihisap untuk makanan karena nyamuk memakan nectar bunga. Tetapi nyamuk perlu memberikan makanan berupa protein pada telur mereka. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk memastikan anaknya hidup.
“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir berkata: "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?." Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu kecuali orang-orang yang fasik," bunyi Surat Al-Baqarah Ayat 26.
Keajaiban dalam perkembangan telur adalah aspek yang dimaksud dalam ayat di atas. Nyamuk bertransformasi dari larva melalui beberapa tahap untuk menjadi dewasa. Pada tahap awal, telur biasanya ditetaskan pada kolam atau daun lembab.
Telur-telur yang panjangnya kurang dari 1 mm tersusun dalam satu baris, secara berkelompok atau satu-satu. Beberapa spesies bertelur dalam bentuk tertentu, saling menempel sehingga menyerupai sampan. Sebagian kelompok telur ini bisa terdiri atas 300 telur. Telur ini akan segera berubah warna menjadi gelap dalam beberapa jam saja. Warna tersebut melindungi telur dari predator. Warna kulit larva juga berubah sesuai dengan lingkungan mereka berkat proses kimia yang rumit.