Lalu mengapa rumah laba-laba sangat rapuh? Laba-laba itu sendiri adalah jawabannya. Laba-laba memiliki sifat yang kurang welas asih dan baik. Laba-laba betina selalu membunuh pejantannya setelah kawin. Tak hanya itu, mereka juga memakan tubuh pasangannya tersebut.
Segera setelah telur-telur mereka menetas, anak-anak laba-laba akan berebutan makanan bahkan memakan saudaranya hingga hanya beberapa anak laba-laba saja yang tersisa. Cara hidup seperti inilah yang membuat rumah laba-laba disebut rapuh, tidak dipenuhi cinta, kebaikan dan kerukunan antar anggota keluarga.
Allah SWT meminta umat manusia untuk merefleksikan diri dengan sifat buruk laba-laba. Manusia yang bersifat seperti laba-laba adalah orang-orang yang lemah seperti orang-orang yang “menyembah” hal lain selain Allah. Demikian seperti dilansir dari Quran Reflection, Kamis (23/6/2016).
(Kemas Irawan Nurrachman)