Pengguna di wilayah Amerika Serikat dan Eropa mulai menyusut, tetapi basis pengguna terbesar tetap berada di Asia. Popularitas Friendster yang turun serta hadirnya Facebook, membuat pengguna beralih menuju jejaring sosial tersebut besutan Mark tersebut.
Pada 2004, terdapat perombakan di dalam tubuh perusahaan Friendster, di mana Jonathan Abrams lepas dari jabatan CEO dan menduduki peran chairman. Posisi CEO kala itu dipegang oleh Scott Sassa.
Friendster berkeinginan untuk membeli Facebook, tetapi Abrams menolak memberikan tawaran akuisisi yang tepat. Tampaknya, tawaran itu tidak cukup besar untuk menarik minat Zuckerberg dan timnya saat itu.
Enam tahun kemudian, Facebook dan Friendster terlibat dalam kesepakatan akuisisi. Bukannya Friendster yang membeli Facebook, tetapi Facebook yang membeli portofolio penuh dari Friendster terkait paten social networking senilai USD40 juta.
Di tengah semakin terpuruknya Friendster, Facebook pada 2009 dibeli oleh MOL Global, penyedia pembayaran online yang berbasis di Malaysia. Kabarnya, Friendster memiliki total 115 juta pengguna pada saat akuisisi, di mana lebih dari 75 juta berada di Asia.
(Ahmad Luthfi)