"Untuk helm klasik ada dua, orisinal ataupun repro (reproduksi). Kalau yang orisinal memang tahun produksinya tua, antara 1980 dan 1990-an. Helm repro, produksi baru cuma modelnya dibikin jadul (jaman dulu)," ujarnya kepada Okezone.
Untuk helm klasik repro, lanjut Wawan, bikers tinggal memilih model dan merek sesuai keinginan dan dana yang dimiliki. Namun untuk helm lawas orisinal ada beberapa model yang harus diketahui.
"Untuk yang ori, ada beberapa model. Helm cakil, robot, loodi, cetok, anak, flip up, belljstar, gringgo, chips, romawi, dan jungli. Kalau untuk cakil terbagi beberapa versi lagi, ada cakil biasa, simpson, romawi, CAG, vigano, KJP, dan kiwi," papar dia.
Soal harga, pria spesialis helm jadul yang membuka toko di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, itu menyebutkan angkanya relatif. Bisa lebih murah, namun ada yang lebih mahal dari model baru.
"Harga relatif, mulai dari Rp10 ribu sampai Rp3 juta. Pembeli biasanya sih penghobi yang main motor klasik, baik yang asli pabrikan atau yang custom dari motor-motor sekarang," pungkas dia.
(Anton Suhartono)