Setelah tahap assembly, selanjutnya masuk ke tahap pengecekan. Termasuk di dalamnya mengenai visual inspection guna melihat kelengkapan fisik dan fitur dari produk televisi seperti tes kualitas layar, pengetesan teknologi 3D, hingga pengecekan port HDMI.
Bahkan dalam salah satu proses, televisi harus melalui sebuah mesin yang disebut auto machine dengan menggunakan teknologi kamera. Teknologi tersebut mampu memberikan predikat 'good' atau 'not good' untuk produk televisi yang telah diproduksi.
Selanjutnya, yakni pengetesan dengan cara memasukkan televisi ke dalam ruangan 'heatrun'. TV UHD dan OLED akan dinyalakan selama 72 jam nonstop untuk menguji ketahanan suhunya.
Terakhir, sebelum didistribusikan, produk televisi UHD dan OLED harus melalui uji coba drop test. Drop test dilakukan dengan cara membanting produk televisi yang telah disampling sebelumnya.
(Ahmad Luthfi)