Keempat adalah Traction. Di sini mobil kembali bermain lumpur bercampur air dengan ketinggian yang cukup tinggi. Traksi roda Wrangler benar-benar diuji di sini. Meski medannya berat Wrangler 3.0 liter tangguh melibasnya. melewati jalanan berlumpur terasa sangat mudah.
Rintangan terakhir adalah Manuverability. Dilintasan ini kondisi permukaan jalannya berbentuk dan tidak rata. Seperti gundukan polisi tidur yang dibuat tidak sejajar antara ban kiri dan kanan. Kemampuan mesin, traksi roda maupun skill pengendara diuji di sini.
Sebagai informasi, Wrangler terbaru ini menggunakan mesin 3.0L V6 Pentastar bertenaga 230 hp pada putaran 6.000 rpm dengan torsi 285 Nm pada 4.400rpm.
Di rintangan terakhir ini, saya sangat berhati-hati karena harus bisa menjaga momentum putaran mesin. Pasalnya jika gas terlalu besar maka ban bisa slip dan mobil bergerak liar. Oleh karenanya pedal gas ditekan pelan dan mobil terasa merayap.
Dapat disimpulkan untuk melalui trek ekstrim ini skill berkendara bukan hal utama yang dibutuhkan melainkan kemampuan mobil yang luar biasa. Dengan kondisi standar dan menggunakan ban jenis AT (All Terrain) Jeep Wrangler 3.0 liter dapat dengan mudah menaklukannya.
(Septian Pamungkas)