TANGERANG - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberi kesempatan bagi media dan komunitas untuk mencoba performa motor trail Yamaha WR250R. Sesi test ride digelar di Sirkuit Motocross PP Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu 22 Februari 2015.
Tiga unit WR250R disiapkan sebagai media test ride. Dikarenakan hanya ditawarkan dalam satu pilihan warna yakni race blue, maka sesi test ride kali ini terlihat seragam.
Sebelum menunggangi motor dual-purpose ini, Okezone lebih dulu mengenakan safety gear berupa helm motocross, pelindung dada, sikut dan lutut, sarung tangan, serta sepatu.
Saat tiba giliran untuk memacu motor yang didatangkan langsung dari Jepang ini, rasa ragu tiba-tiba muncul. Pasalnya, motor yang spesifikasinya sama dengan yang dipasarkan di Eropa tersebut cukup tinggi.

Dengan ketinggian jok ke tanah mencapai 930 milimeter (mm), Okezone yang memiliki tinggi 175 sentimeter (cm) harus menjinjit. Beberapa rekan media yang memiliki tinggi di bawah Okezone tampak kesulitan untuk menguasai motor penggaruk tanah ini dan menggunakan bantuan berupa standar paddock trail agar kaki bisa menapak dan menopang motor berbobot 134 kilogram (kg) tersebut.
Dalam sesi tes kali ini setiap peserta tes hanya diberi kesempatan dua putaran. Meski singkat, rasanya cukup untuk mengobati rasa penasaran. Dikawal instruktur yang menggunakan skutik Yamaha X-Ride, putaran pertama dilakukan untuk mengenal trek sekaligus beradaptasi dengan tunggangan.

Saat motor mulai dipacu, rasa ragu itu seketika sirna, sebab motor ini terasa mudah dikendalikan. Adrenalin pun langsung terpacu saat gas secara spontan dibetot. Rasanya seperti dijambak ke belakang karena tenaga mesin begitu responsif dan agresif.
Sebagai permulaan, di lap pertama motor dipacu dengan kecepatan sedang meski begitu konsentrasi tinggi tetap dijaga karena trek yang dilalui bisa dibilang tidak mudah. Kontur tanahnya bervariasi, ada yang kering, berlumpur, dan gembur. Sementara rintangan yang dilalui berupa gundukan tanah dengan ketinggian yang bervariasi.
Di putaran kedua, Okezone mulai berani untuk meningkatkan kecepatan WR250R. Melewati lintasan bergelombang dengan kecepatan 50-60 kilometer per jam (kpj), motor ini terasa begitu mudah dikendalikan. Hal itu berkat rangka utama dan arm belakang yang menggunakan material alumunium yang ringan.

Selain itu, motor ini juga didukung suspensi mumpuni berupa upside down front fork di depan yang dapat diatur ketinggiannya, begitupun pada suspensi monocross di belakang. Sektor roda juga mendukung kenyamanan berkendara. Di bagian depan menggunakan ban pacul berukuran 80/100-21M/C 51P dan belakang 120/80-18M/C 62P.