JAKARTA - Motor listrik diuji menempuh hingga jarak 180 km dalam satu kali pengisian daya. Motor listrik itu diuji dengan melalui berbagai medan jalan dari Bromo hingga Madura, Jawa Timur.
Motor listrik yang diuji itu adalah Yadea GT80, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 180 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
Motor ramah lingkungan itu memulai perjalanan dari kawasan Gunung Bromo menuju Bukit Cinta Bromo, Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Setelah sempat melewati pemberhentian, rombongan yang terdiri dari komunitas dan pengguna motor listrik itu melanjutkan perjalanan melintasi Jembatan Suramadu hingga mencapai titik akhir di Bangkalan, Madura.
Rute yang dilalui beragam, dari jalur pegunungan dengan perubahan ketinggian, jalan raya antarkota, hingga perjalanan menuju Pulau Madura.
Ketua Komunitas Molis Yadea Surabaya, Dedy Surjansah, mengungkapkan total rute tersebut berjarak lebih dari 180 km.
“Alhamdulillah, tantangan 180 kilometer berhasil terselesaikan. Dari Gunung Bromo ke Pulau Madura, kami berhasil menyelesaikan tantangan lebih dari 181 kilometer dengan kondisi sisa baterai 12 persen,” ujar Dedy, dikutip Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, anggota Komunitas Molis Yadea Surabaya, Dwi Christianto, menyoroti penggunaan satu baterai selama perjalanan. Diketahui, model tersebut memiliki opsi konfigurasi 2 baterai.
“Kebetulan motor ini (Yadea GT80) yang saya pakai merupakan molis yang terjauh. Perjalanan kita dari Gunung Bromo sampai ke Pulau Madura, tepatnya di Bebek Sinjay sebagai pemberhentian terakhir," ujarnya.
"Kita hanya pakai satu baterai, padahal ini ada dua baterai, selama perjalanan tapi ternyata cukup hanya satu baterai. Baterai cadangannya masih full charge,” kata Dwi.
Dari sisi spesifikasi, di atas kertas Yadea GT80 memiliki motor berdaya kontinu 3.000 watt dengan daya puncak 5.000 watt. Motor listrik itu dilengkapi rem cakram ganda dengan Combi Brake System (CBS), suspensi hidraulis depan dan belakang, serta ban berprofil lebar.
“Pencapaian 182 kilometer dalam tantangan ini memiliki makna tersendiri sebagai pengalaman penggunaan di jalan nyata. Namun jadi pembuktian motor listrik kini mampu mendukung mobilitas antar kota,” ujar VP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo.
Bagi pihaknya, pengujian ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang potensi mobilitas elektrik. Kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi baterai dan efisiensi energi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung perjalanan yang nyaman, praktis, dan semakin fleksibel.
(Erha Aprili Ramadhoni)