Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama 25 jam hingga berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Erupsi ini melontarkan lava yang mengalir ke sektor barat laut, barat, hingga barat daya.
"Analisis data citra Satelit Sentinel tanggal 15 September 2026 memperlihatkan perluasan tubuh gunung api Anak Krakatau sebesar 32,8 hektare. Penurunan aktivitas pascaerupsi menerus membuat status aktivitasnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB," jelasnya.
Mencermati kemunculan dua pulau baru ini, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada serta mematuhi zona aman.
"Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat erupsi Anak Krakatau, serta radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara," imbau Lana.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan potensi erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut. Sementara itu, warga di pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang.
"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan tidak memercayai isu-isu tak berdasar mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Silakan beraktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)