JAKARTA - BYD Motor Indonesia tidak akan mengimpor lagi mobil listrik ke pasar otomotif Tanah Air. Hal ini seiring beroperasinya pabrik BYD di Subang, Jawa Barat.
Diketahui, BYD masuk ke Indonesia pada 2024. Sejak saat itu, BYD memasarkan mobil listrik yang diimpor secara utuh (completely built up/CBU) ke pasar otomotif Tanah Air. Mobil listrik impor yang dipasarkan itu pun mendapatkan insentif dari pemerintah pada 2024-2025.
Melalui skema ini, BYD pun diwajibkan untuk membangun fasilitas produksi hingga merealisasikan volume produksi lokal sesuai jumlah yang diimpor.
Menurut Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, dari kuota impor yang diberikan pemerintah pada 2024-2025, total BYD mengimpor hampir 100 ribu unit.
"Pada saat ini setelah kita kalkulasi total-total kita hanya impor sebanyak 92 ribu dari total 100 ribu kuota itu," ujar Luther di Subang, Jawa Barat, dikutip Jumat (4/9/2026).
Dengan begitu, BYD wajib memproduksi lokal model sejumlah unit yang diimpor yakni sebanyak 92 ribu unit. "Saya rasa dua tahun ke depan, dari tahun ini, sudah dapat kita fulfill, kalau lihat sekarang trennya BYD cukup signifikan ya secara penjualan," tuturnya.
Di sisi lain, BYD memastikan tidak akan mengimpor kembali mobil listrik untuk dipasarkan di Tanah Air. Saat ini, mungkin masih tersisa sedikit unit model yang diimpor yang masih dipasarkan di diler. Nantinya, model yang dipasarkan telah diproduksi secara lokal di pabrik di Subang.
“Sudah enggak sama sekali (impor CBU-red),” kata Luther.