JAKARTA - Apple mengatakan pihaknya sempat menghapus aplikasi pesan populer Telegram dari App Store karena adanya materi pelecehan seksual anak di platform tersebut.
Telegram, yang mengklaim memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, telah lama menghadapi tuduhan di beberapa negara tentang moderasi konten yang longgar dan kegagalan untuk menindak aktivitas ilegal.
Pengguna mulai melaporkan masalah saat mengunduh aplikasi pada Selasa (4/8/2026) tak lama setelah pukul 01.00 GMT. Aplikasi tersebut kembali sekitar satu jam kemudian.
“Telegram telah dipulihkan di App Store dan akan segera tersedia kembali untuk semua pengguna,” kata perusahaan tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Akun resmi Telegram di X menulis: “Kabar tentang kematian saya sangat dibesar-besarkan.”
Beberapa jam kemudian, Apple mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada 9to5Mac bahwa Telegram dihapus setelah peninjauan menemukan konten yang melanggar “pedoman ketat perusahaan yang melarang materi pelecehan seksual anak.”
“Aplikasi tersebut kemudian dipulihkan setelah pengembang segera menghapus konten dan memblokir pengguna yang mempostingnya,” kata Apple.
Minggu lalu, regulator telekomunikasi Australia memulai proses perdata terhadap Telegram karena diduga gagal mendeteksi dan menghapus “materi pro-teror” dari platform tersebut, termasuk video eksekusi teroris dan penembakan massal.